Building Children's Awareness To Prevent Bullying Through Anti-Bullying Education MEMBANGUN KESADARAN ANAK DALAM MENCEGAH PERUNDUNGAN MELALUI EDUKASI ANTI BULLIYING Section Articles
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
ABSTRACT
Bullying remains a problem in school environments and can negatively affect children’s physical and psychological development. Limited understanding of the forms and impacts of bullying may cause behaviors such as mocking, social exclusion, or hurting peers to be perceived as mere jokes. Therefore, education at the elementary school level is important to improve students’ understanding and awareness of how to recognize and prevent bullying. An Anti-Bullying Seminar was conducted by KKN Group 291 at SD Negeri 01 Soka, Soka Village, Karangdowo District, Klaten Regency, on July 24, 2026. The activity involved 54 students from grades 1 to 6 and aimed to provide an understanding of the forms, impacts, and prevention of bullying. The activity was conducted interactively through material presentations, educational videos, discussions and question-and-answer sessions, group chants, and reflection activities using sticky notes to identify students’ experiences related to bullying. The reflection results showed that 48 out of 54 students reported having experienced bullying in various forms. The activity helped improve students’ understanding of bullying and encouraged them to prevent and report such behavior to teachers or trusted adults. Anti-bullying education is expected to foster care, empathy, and mutual respect among students, thereby supporting the creation of a safe, positive, and child-friendly school environment.
ABSTRAK
Perundungan (bullying) masih menjadi masalah di lingkungan sekolah dan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan fisik maupun psikologis anak. Kurangnya pemahaman mengenai bentuk dan dampak perundungan dapat menyebabkan perilaku seperti mengejek, mengucilkan, atau menyakiti teman sebaya dianggap sekadar candaan. Oleh karena itu, edukasi di tingkat sekolah dasar penting dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa dalam mengenali serta mencegah perundungan. Sebuah seminar anti-perundungan diselenggarakan oleh Kelompok KKN 291 di SD Negeri 01 Soka, Desa Soka, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, pada tanggal 24 Juli 2026. Kegiatan ini melibatkan 54 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dan bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai bentuk, dampak, serta cara pencegahan perundungan. Kegiatan dilaksanakan secara interaktif melalui penyampaian materi, penayangan video edukatif, diskusi dan sesi tanya jawab, yel-yel kelompok, serta kegiatan refleksi menggunakan catatan tempel (sticky notes) untuk mengidentifikasi pengalaman siswa terkait perundungan. Hasil refleksi menunjukkan bahwa 48 dari 54 siswa mengaku pernah mengalami perundungan dalam berbagai bentuk. Kegiatan ini membantu meningkatkan pemahaman siswa mengenai perundungan serta mendorong mereka untuk mencegah dan melaporkan perilaku tersebut kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya. Edukasi anti-perundungan diharapkan dapat menumbuhkan sikap peduli, empati, dan saling menghargai antar-siswa, sehingga mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, positif, dan ramah anak.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.