Strengthening The Institutional Capacity And Self-Reliance Of The Batu Baapik Farmer Group Through Participatory Mentoring PENGUATAN KELEMBAGAAN DAN KEMANDIRIAN KELOMPOK TANI BATU BAAPIK MELALUI PENDAMPINGAN PARTISIPATIF Section Articles

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Alfikri
Noprianil
Fedri Ibnusina
Delni Alek Candra
Amri Syahardi
Fathiah Rahmadani
Imelya Ramanis
Nelvia Iryani

Abstract

ABSTRACT. Participation, and promoting group self-reliance. The mentoring process involved guidance, discussions, communication, and monitoring of group activities. The results showed that the group had begun conducting regular monthly meetings, with members becoming more actively involved in expressing opinions and raising issues in a respectful manner. The group leader and management committee also became more receptive to members’ suggestions and incorporated them into the decision-making process. In addition, the group initiated a productive maize cultivation activity on one member’s land as an effort to generate additional group funds. These developments indicate improvements in member participation, internal communication, and the group’s capacity to manage organizational and productive activities independently. Continued mentoring is recommended to further strengthen administrative management, institutional capacity, and the development of group-based economic activities.


 Keywords: mentoring, farmer group, institutional capacity, participation, self-reliance.


 ABSTRAK. Kegiatan pendampingan Kelompok Tani Batu Baapik merupakan lanjutan Pengabdian kepada Masyarakat yang bertujuan memperkuat kelembagaan, meningkatkan partisipasi anggota, dan mendorong kemandirian kelompok. Pendampingan dilakukan melalui pengarahan, diskusi, komunikasi, dan pemantauan kegiatan kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok telah melaksanakan rapat secara rutin setiap bulan, dengan anggota yang semakin aktif menyampaikan pendapat dan memberikan masukan dalam kegiatan kelompok. Pengurus juga telah menerima masukan anggota dalam proses pengambilan keputusan. Selain itu, telah dilaksanakan 1 kegiatan usaha produktif berupa penanaman jagung pada lahan salah satu anggota sebagai upaya menambah kas kelompok. Indikator keberhasilan kegiatan terlihat dari keteraturan rapat bulanan, meningkatnya keterlibatan anggota dalam diskusi dan pengambilan keputusan, keterbukaan pengurus terhadap masukan, serta terlaksananya kegiatan usaha kelompok. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Kelompok Tani Batu Baapik mulai mampu menjalankan kegiatan organisasi dan usaha secara lebih mandiri.


Kata kunci: pendampingan, kelompok tani, kelembagaan, partisipasi, kemandirian.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##