Water Conservation Socialization and Reforestation as an Environmental Preservation Effort in Sindangsari Village, Purwakarta Regency SOSIALISASI KONSERVASI AIR DAN REBOISASI SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN DI DESA SINDANGSARI, KABUPATEN PURWAKARTA Section Articles
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
ABSTRACT
Forest degradation caused by declining vegetation cover poses a serious threat to water resource availability in Purwakarta Regency, including the border forest area of Sindangsari and Sindangpanon Villages, Bojong Subdistrict. Reforestation programs previously implemented in this area have generally focused on the physical act of planting, without accompanying efforts to strengthen community understanding of water conservation as a foundation for program sustainability. This community service activity aimed to improve community understanding and participation in environmental preservation by integrating water conservation socialization with concrete reforestation action. The Participatory Action Research (PAR) method was applied, consisting of a socialization stage delivered by a resource person from the Forestry Service Branch Office (CDK) Region II Purwakarta, followed by participatory tree-planting involving KPPM Group 6 students, village officials, and the Sindangsari community. The activity was conducted on 11 July 2026 and attended by 13 participants in the socialization session. The results show that 166 seedlings were successfully planted, consisting of 150 mahogany (Swietenia macrophylla), 1 sugar palm (Arenga pinnata), and 15 bamboo seedlings, accompanied by a simple post-planting maintenance technique using banana stem cuttings placed around the base of each plant to retain soil moisture during the dry season. The integration of socialization and field action distinguishes this program from conventional reforestation, as it equips the community with knowledge while encouraging shared responsibility for post-planting care. This activity is expected to raise the collective awareness of the Sindangsari community in protecting water catchment areas and supporting the ecological sustainability of the forest.
ABSTRAK
Kerusakan kawasan hutan akibat berkurangnya tutupan vegetasi menjadi ancaman serius terhadap ketersediaan sumber daya air di wilayah Kabupaten Purwakarta, termasuk kawasan hutan perbatasan Desa Sindangsari dan Desa Sindangpanon, Kecamatan Bojong. Program reboisasi yang selama ini dilaksanakan di kawasan tersebut umumnya berfokus pada aspek fisik penanaman bibit, tanpa disertai penguatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konservasi air sebagai penyangga keberlanjutan program. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan melalui integrasi kegiatan sosialisasi konservasi air dengan aksi nyata reboisasi. Metode pengabdian yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang meliputi tahap sosialisasi/penyuluhan oleh narasumber Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah II Purwakarta, dilanjutkan dengan aksi penanaman bibit secara partisipatif bersama mahasiswa KPPM Kelompok 6, aparatur desa, dan masyarakat Desa Sindangsari. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Juli 2026 dan diikuti oleh 13 peserta pada sesi sosialisasi. Hasil kegiatan menunjukkan tertanamnya 166 bibit pohon yang terdiri atas 150 bibit mahoni (Swietenia macrophylla), 1 bibit aren (Arenga pinnata), dan 15 bibit bambu, disertai penerapan teknik pemeliharaan sederhana berupa pemasangan gedebog pisang di sekitar pangkal tanaman untuk menjaga kelembapan tanah pada musim kemarau. Integrasi sosialisasi dan aksi lapangan ini menjadi pembeda dari program reboisasi konvensional karena memberikan bekal pengetahuan sekaligus mendorong tanggung jawab masyarakat terhadap pemeliharaan pascatanam. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat Desa Sindangsari dalam menjaga daerah resapan air dan mendukung keberlanjutan fungsi ekologis kawasan hutan.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.