Analysis of Income Disparity Dynamics in Banyumas Regency During 2024–2025 ANALISIS DINAMIKA DISPARITAS PENDAPATAN DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2024–2025 Section Articles
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Abstract. Income disparity remains a crucial challenge in the development agenda of Banyumas Regency. This study aims to analyze fluctuations in income disparity and examine their relationship with unemployment, poverty, economic growth, and the Human Development Index during the 2024–2025 period. This research employs a quantitative descriptive method using secondary data obtained from the Central Statistics Agency and various relevant scientific literature sources. The analysis was conducted through descriptive data interpretation. The results indicate a positive trend in improving income distribution, as reflected by the decline in the Gini ratio from 0.385 in 2024 to 0.358 in 2025, placing the region in the category of moderate inequality. The open unemployment rate increased; however, it did not directly affect income disparity. Meanwhile, the decline in poverty levels, improvement in economic growth, and increase in the Human Development Index contributed to better income distribution within the community. This study concludes that income disparity in Banyumas Regency is influenced by various multidimensional factors, thereby requiring inclusive and sustainable development policies to achieve a more equitable distribution of public welfare.
Abstrak. Isu disparitas pendapatan masih menjadi tantangan krusial dalam agenda pembangunan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fluktuasi disparitas pendapatan serta mengkaji keterkaitannya dengan pengangguran, kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan Indeks Pembangunan Manusia pada periode 2024-2025. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik dan berbagai literatur ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan melalui interpretasi data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya tren positif berupa perbaikan distribusi pendapatan, ditandai oleh penurunan rasio Gini dari 0,385 pada 2024 menjadi 0,358 pada 2025, yang menempatkan wilayah ini pada kategori ketimpangan sedang. Tingkat pengangguran terbuka mengalami peningkatan, namun tidak secara langsung memengaruhi disparitas pendapatan. Sementara itu, penurunan tingkat kemiskinan, peningkatan pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia berkontribusi terhadap perbaikan distribusi pendapatan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa disparitas pendapatan di Kabupaten Banyumas dipengaruhi oleh berbagai faktor multidimensi, sehingga diperlukan kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan masyarakat.